26 Jan 2011

DUNIA



Aku bertanya kepada bumi siapa yang akan jadi pendamping hidupku nanti?
Bumi tersipu tapi kudengar laut menggelora “tak sanggup untuk membilang nama”
Aku bertanya kepada laut bagaimana kehidupanku kelak?
Laut menyahut “namun tak berdaya untuk berbicara!”

Oh pikiranku kacau tak menentu, kemana arah hidupku ini yang kujalani!
Memikirkan pendamping hidup, yang masih menjadi rahasia bagiku! Namun hanya satu yang kupinta bagi Sang Pencipta, biarlah pendamping hidupku klak benar-benar jadi imam yang takut akan ENGKAU Sang Pencipta. Yang hidupnya cinta KETULUSAN, RENDAH HATI dan selalu memuliakan namaMU.

Kini saatnya aku terdiam lagi dalam kesunyian malam ini, hanya mau memikirkan hidupku demi masa depan yang merupakan langkah awal menujuh kehidupanku yang lebih baik. Karena itu kuputuskan mencari dan memilih. Tapi aku harus akan dihadapkan oleh dua hal “menuai sengsara atau menikmati bahagia”. Karena itu adalah pilihan buat hidup ini.

Biarlah Sang Pencipta yang akan menuntunku kemana aku harus mencari dan memilih, biarlah KuasaNYA selalu menopangku, membriku hikmat dalam setiap pilihanku nanti.
Aku berdoa biarlah dengan pilihanku nanti yang menurutku baik kiranya Sang Penciptalah yang akan mengabulkannya. Namun aku sadar apa yang menurutku baik belum tentu baik di hadapanNYA!

Oh Sang Pencipta, dunia yang KAU jadikan ini sebenar-benarnya dunia yang jadi milik kita semua ciptaanMU- tempat dimana nanti barangkali kita temukan kebahagiaan, atau tidak sama sekali.
Tapi aku mau berada di duniaMU Sang Pencipta, bukan dunia yang ku tinggal sekarang, yang penuh dengan kekecewaan tapi dalam DuniaMU tidak ada rasa kekuatiran, ketakutan semuanya penuh kebahagian dan damai…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar