22 Des 2011

"Kebaikan Orangtua Vs. Balasan kita"

Sekarang coba bayangkan ini:

* Saat kita berusia 1 tahun, orangtua memandikan dan merawat kita.
Sebagai balasannya, kita malah menangis ditengah malam.

* Saat kita berusia 2 tahun, orangtua mengajari kita berjalan.
Sebagai balasan, kita malah kabur ketika orangtua memanggil kita.

* Saat kita berusia 3 tahun, orangtua memasakkan makanan kesukaan kita.
Sebagai balasan, kita malah menumpahkannya.

* Saat kita berusia 4 tahun, orangtua member kita pensil berwarna.
Sebagai balasan, kita malah mencoret-coret dinding dengan pensil tersebut.

* Saat kita berusia 5 tahun, orangtua membelikan kita baju yang bagus-bagus.
Sebagai balasan kita, malah mengotorinya dengan bermain-main dilumpur.

* Saat kita berusia 10 tahun, orangtua membayar mahal-mahal uang sekolah dan uang les kita.
Sebagai balasan, kita malah malas-malasan bahkan bolos.

* Saat kita berusia 11 tahun, orangtua mengantarkan kita kemana-mana.
Sebagai balasan, kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

* Saat kita berusia 12 tahun, orangtua mengizinkan kita menonton di bioskop dan acara lain diluar rumah bersama-sama teman kita.
Sebagai balasan, kita malah meminta orangtua duduk di barisan lain, terpisah dari kita dan teman-teman kita.

* Saat kita berusia 13 tahun, orangtua membayar biaya kemah, biaya pramuka,, dan biaya liburan kita.
Sebagai balasan, kita malah tidak memberinya kabar ketika kita berada diluar rumah.

* Saat kita berusia 14 tahun, orangtua pulang kerja dan ingin memeluk kita.
Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh, “Papa, Mama, aku sudah besar!”

* Saat kita berusia 17 tahun, orangtua sedang menunggu telepon yang penting,
sementara kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama sekali tidak penting.

* Saat kita berusia 18 tahun, orangtua menangis terharu ketika kita lulus SMA.
Sebagai balasan kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokan harinya.

* Saat kita berusia 19 tahun, orangtua membayar biaya kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasan, kita malah meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampus dan menghardik, “Papa, Mama, aku malu! Aku ‘kan sudah gede!”

* Saat kita berusia 22 tahun, orangtua memeluk kita dengan haru ketika kita diwisuda.
Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya, “Papa,Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?”

* Saat kita berusia 23 tahun, orangtua memebelikan kita sebuah barang yang kita idam-idamkan.
Sebagai balasan, kita malah mencela, “Duh! Kalau beli apa-apa untuk aku, bilang-bilang dong! Aku ‘kan nggak suka model seperti ini!”

* Saat kita berusia 29 tahun, orangtua membantu membiayai pernikahan kita.
Sebagai balasan kita malah pindah ke luar kota, meninggalkan mereka, dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.

* Saat kita berusia 30 tahun, orangtua member tahu kita bagaimana cara merawat bayi.
Sebagai balasan, kita malah berkata, “Papa, Mama, zaman sekarang sudah beda. Nggak perlu lagi cara-cara seperti dulu.”

* Saat kita berusia 40 tahun, orangtua sakit-sakitan dan membutuhkan perawatan.
Sebagai balasan, kita malah beralasan, “Papa, Mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku.”

* Dan entah kata-kata apalagi yang pernag kita ucapkan kepada orangtua. Bukan mustahil, itu yang menyumbat rezeki dan kebahagiaan kita selama ini.

SELAMAT HARI IBU….I LOVE YOU --PADRE DAN MADRE--


Dps, 22 Des 2011 @IS@
^RR^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar